Usaha
Dakwah.
Memang
susah memahamkan usaha dakwah ini, apalagi usaha dakwah sudah lama ditinggalkan. Padahal Dakwah ini
adalah milik umat Islam, yang sudah lama mereka tinggalkan. Dakwah yang sesuai dengan
sunnah.
Usaha
Dakwah yang mulia ini adalah kerja umat Islam , kerja Nabi dimasa lalu, Usaha
Dakwah adalah mutiara yang harus diangkat dan ditempatkan pada tempat yang mulia Kita sambut usaha dakwah yang
dihidupkan kembali ini. Begitulah hendaknya semua muslim menerimanya..
Mereka
mengira Dakwah itu melalui Radio,
Televisi, Koran, selebaran, buku dsbnya.
Dalam Buku Ilmu Penerangan semuanya itu adalah alat untuk menyampaikan. Menyampaikan Pesan pesan atau berita berita dan penjelasan penjelasan atau pengumuman. Sedangkan
Dakwah sesuai sunnah itu, kita mendatangi sdr sdr kita, diri kitalah (ucapan,
sikap, pakaian, semuanya yang ada pada diri) sebagai sarana / alat untuk
menyampaikan pesan pesan agama.
Wirid
dan pengajian itu juga bukan Dakwah, karena umat yang mendatangi dan semua Nabi dalam
kerja Dakwahnya mendatangi umat dan tidak menerima upah. Karena itu bukan
Dakwah, wajar saja mereka diberi
imbalan.
Dakwah
yang sesuai sunnah adalah sesuai dengan ayat Alquran Surat Al Mulk ayat 8
“Hampir-hampir (neraka) itu
terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan
(orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka:
"Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang
pemberi peringatan?"
Usaha
Dakwah yang mulia ini dimunculkan kembali oleh Maulana Ilyas.rah di Nizamuddin
India. Atas Izin Allah swt. dari tempat yang sekitarnya banyak orang Hindu.
Kemudian usaha Dakwah ini menyebar keseluruh Dunia. Semua Nabi Dakwah mendatangi Umat bukan
didatangi. Saat inipun dakwah mendatangi
umat. Masyarakat melihat orang berjemaah
datang menyampaikan Agama, mereka meyebutnya Jemaah Tabligh. Jemaah
menyampaikan pesan pesan agama. Itu seharusnya tidak asing bagi umat islam.Sama
dengan Jemaah haji, jemaah salat, jemaah dakwah wat tabligh. Hanya karena telah
lama ditinggalkan, mereka katakan bid’ah.
Usaha Dakwah Rasulullah yang dibangkitkan kembali oleh Maulana Ilyas .rah telah berkembang pesat keseluruh dunia. Ada 200 smpai 300an negara yang telah mengamalkan usaha Dakwah Khuruj Fisabilillah ini.
Orang
orang yang ikut kerja usaha dakwah kenabian ini adalah pilihan Allah. Sepertri
dalam Firman-Nya
QS
35:32 “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang
Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang
menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan
diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan[1260] dengan izin
Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.
Usaha
Dakwah itu dilaksanakan oleh orang orang yang dipilih dari 3 kelompok ini
1. di
antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri ( Penjahat, preman
koruptor dsbnya)
2. di
antara mereka ada yang pertengahan ( Kadang berbuat baik kadang berbuat salah)
3. diantara
mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. (Ulama dan orang sholeh)
(dengan
terpilihnya anda) “Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.”.Ujaung
ayat.
Gambaran
yang dijelaskan Alquran tsb terlihat dalam kehidupan sahabat. Dimana mayoritas
sahabat adalah orang orang dzalim di zaman Jahiliyah. Setelah mereka ikut
Dakwah Allah perbaiki hidup mereka.
Dakwah
Nabi adalah gerak, jumpa umat. Kalau kita ibadah saja, ibarat minyak wangi dalam
botol. Kalau minyak wangi digosokkan maka sekitarnya harum semerbak. Kalau umat
setelah ibadah jumpa umat lalu gerak mengajak saudaranya, tetangganya untuk
ibadah pula maka insya allah semakin banyak yang beribadah. Gerak dan
menggerakkan.
Yang
benar datangnya pasti dari Allah swt. Yang salah adalah diri saya pribadi.
Tulisan
ini juga bukanlah dakwah, ini hanyalah sebatas penjelasan seperti apa dakwah
yang dijalankan jemaah Tabligh. Untuk ikut usaha dakwah Kenabian anda perlu
belajar memahaminya dimulai iktikaf 3 hari bersama jemaah,